Penyakit-Penyakit Akibat Sering Begadang
Pola Tidur Yang kurang teratur, dapat mempengaruhi kesehatan tubuh anda.
Tidur yang larut malam tetapi ingin bangun pagi-pagi adalah memainkan waktu
dengan keras mungkin. Karena tubuh anda butuh waktu istirahat yang normal 7-8
jam.
Pengaruh dari begadang itu anda akan susah untuk
berkosentrasi, dapat menimbulkan tekanan darah tinggi, dan masih banyak lagi
Penyakit Akibat Sering Begadang.
Inilah Penyakit-Penyakit Akibat Sering Begadang :
1.Konsentrasi Menurun
Tidur yang baik memainkan peran penting dalam berpikir dan
belajar. Kurang tidur dapat mempengaruhi banyak hal. Pertama, mengganggu
kewaspadaan, konsentrasi, penalaran, dan pemecahan masalah. Hal ini membuat
belajar menjadi sulit dan tidak efisien. Kedua, siklus tidur pada malam hari
berperan dalam “menguatkan” memori dalam pikiran. Jika Anda tidak cukup tidur,
Anda tidak akan mampu mengingat apa yang Anda pelajari dan alami selama
seharian.
2.Masalah Kesehatan Serius
Gangguan tidur dan kurang tidur tahap kronis dapat membawa
Anda pada risiko :
- Penyakit jantung
- Serangan jantung
- Gagal jantung
- Detak jantung tidak teratur
- Tekanan darah tinggi
- Stroke
- Diabetes
Menurut beberapa
penelitian, 90 persen penderita insomnia- gangguan tidur yang ditandai dengan
sulit tidur dan tetap terjaga sepanjang malam – juga mengalami risiko kesehatan
serupa.
3.Gairah Biologis Menurun
Para ahli
melaporkan, kurang tidur pada pria dan wanita menurunkan tingkat hasrat dan
dorongan melakukan hubungan biologis. Hal ini dikarenakan energi terkuras,
mengantuk, dan tensi yang meningkat. Bagi pria yang mengidap sleep apnea-
masalah pernapasan yang mengganggu saat tidur, menyebabkan gairah biologis
melempem. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology
& Metabolism 2002 menunjukkan, hampir semua orang yang menderita sleep
apnea memiliki kadar testosteron yang rendah. Dan hampir setengah dari orang
yang menderita sleep apnea parah memiliki tingkat testosteron yang rendah pada
malam hari.
4.Menyebabkan Depresi
Dalam studi tahun
1997, peneliti dari Universitas Pennsylvania melaporkan orang-orang yang tidur
kurang dari 5 jam per hari selama tujuh hari menyebabkan stres, marah, sedih,
dan kelelahan mental. Selain itu, kurang tidur dan gangguan tidur dapat
menyebabkan gejala depresi. Gangguan tidur yang paling umum, yaitu insomnia
yang memiliki kaitan kuat dengan depresi. Dalam studi tahun 2007 melibatkan
10.000 orang, terungkap bahwa pengidap insomnia 5 kali lebih rentan depresi.
Bahkan, insomnia sering menjadi salah satu gejala pertama depresi. Insomnia dan
tidak nafsu makan akibat depresi saling berhubungan. Kurang tidur memperparah
gejala depresi dan depresi membuat anda lebih sulit tidur. Sisi positifnya,
pola tidur yang baik dapat membantu mengobati depresi.
5.Memengaruhi Kesehatan Kulit
Kebanyakan orang
mengalami kulit pucat dan mata bengkak setelah beberapa malam kurang tidur.
Keadaaan tersebut benar karena kurang tidur yang kronis dapat mengakibatkan
kulit kusam, garis-garis halus pada wajah dan lingkaran hitam di bawah mata.
Bila Anda tidak mendapatkan cukup tidur, tubuh Anda melepaskan lebih banyak
hormon stres atau kortisol. Dalam jumlah yang berlebihan, kortisol dapat
memecah kolagen kulit, atau protein yang membuat kulit tetap halus dan elastis.
Kurang tidur juga dapat menyebabkan tubuh lebih sedikit mengeluarkan hormon
pertumbuhan. Ketika kita masih muda, hormon pertumbuhan manusia mendorong
pertumbuhan. Dalam hal ini membantu meningkatkan massa otot, menebalkan kulit,
dan memperkuat tulang. “Ini terjadi saat tubuh sedang tidur nyenyak- yang kami
sebut tidur gelombang lambat (SWS) – hormon pertumbuhan dilepaskan,” kata Phil
Gehrman, PhD, CBSM, Asisten Profesor Psikiatri dan Direktur Klinis dari Program
Behavioral Sleep Medicine Universitas Pennsylvania, Philadelphia.
6.Pelupa
Tidak ingin lupa dengan kenangan terbaik dalam hidup Anda?
Cobalah perbanyak tidur. Pada tahun 2009, peneliti dari Amerika dan Perancis
menemukkan bahwa peristiwa otak yang disebut ““sharp wave ripples” bertanggung
jawab menguatkan memori pada otak. Peristiwa ini juga mentransfer informasi
dari hipokampus ke neokorteks di otak, dimana kenangan jangka panjang disimpan.
Sharp wave ripples kebanyakan terjadi pada saat tidur.
7.Tubuh Jadi Melar
Jika Anda mengabaikan efek kurang tidur, bersiaplah dengan
ancaman kelebihan berat badan. Kurang tidur berhubungan dengan peningkatan rasa
lapar dan nafsu makan, dan kemungkinan bisa menjadi obesitas. Menurut sebuah
studi tahun 2004, orang-orang yang tidur kurang dari enam jam sehari, hampir 30
persen cenderung menjadi lebih gemuk daripada mereka yang tidur tujuh sampai
sembilan jam sehari. Penelitian terakhir terfokus pada hubungan antara tidur
dan peptida yang mengatur nafsu makan. Ghrelin merangsang rasa lapar dan leptin
memberi sinyal kenyang ke otak dan merangsang nafsu makan. Waktu tidur singkat
dikaitkan dengan penurunan leptin dan peningkatan dalam ghrelin. Kurang tidur
tak hanya merangsang nafsu makan. Hal ini juga merangsang hasrat menyantap
makanan berlemak dan makanan tinggi karbohidrat. Riset yang tengah berlangsung
meneliti apakah tidur yang layak harus menjadi bagian standar dari program
penurunan berat badan.
8.Meningkatkan Risiko Kematian
Dalam penelitian Whitehall ke-2, peneliti Inggris menemukkan
bagaimana pola tidur mempengaruhi angka kematian lebih dari 10.000 pegawai
sipil Inggris selama dua dekade. Berdasarkan hasil penelitian yang
dipublikasikan pada 2007, mereka yang telah tidur kurang dari 5-7 jam sehari
mengalami kenaikan risiko kematian akibat berbagai faktor. Bahkan kurang tidur
meningkatkan dua kali lipat risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler.
9.Merusak Penilaian Terutama Tentang Tidur
Kurang tidur dapat
memengaruhi penafsiran tentang peristiwa. Keadaan tubuh yang lemas membuat kita
tidak bisa menilai situasi secara akurat dan bijaksana. Anda yang kurang tidur
sangat rentan terhadap penilaian buruk ketika sampai pada saat menilai apa yang
kurang terhadap sesuatu. Dalam dunia yang serba cepat saat ini, kebiasaan tidur
menjadi semacam lencana kehormatan. Spesialis mengenai tidur mengatakan, Anda
salah jika berpikir Anda baik-baik saja meski kurang tidur karena di mana pun
Anda bekerja pada profesi apa pun, akan menjadi masalah besar bila Anda tidak
dapat Menilai sesuatu dengan baik.
Beberapa masalah membuat orang ingin begadang diantaranya,
punya masalah, ada kerjaan belum selesai, asik nonton atau berlayar internetan,
atau ingin begadang menikmati sunyinya malam. Tapi, janganlah mengabaikan bahwa
begadang tidak mempunyai efek negatif. Jadi, jagalah tidur anda dengan senormal
mungkin.
Demikian Artikel Tentang Penyakit-Penyakit Akibat Sering Begadang, Semoga Bermanfaat
Source : Muhammad Aldi Ripani
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan
klik disini untuk berlangganan gratis via email, Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Ber-Orientasi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar